Oppo Pindahkan Vivo Jadi Penjual HP No 1 di Indonesia

Hasil penelitian tandingan


Jakarta, Gizmologi – Meski pasar HP di Indonesia sedang lesu. Oppo sebenarnya berhasil mencatatkan pertumbuhan 2% (year-on-year/YoY) dan merebut 22% pangsa pasar HP di Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2021.

Laporan tersebut berdasarkan catatan dari lembaga riset Counterpoint Research bertajuk Monthly Indonesia Channel Share Tracker. Tercatat, OPPO, Xiaomi, Samsung, Vivo, dan Realme menghadapi tantangan karena masalah kekurangan komponen secara global dan menyebabkan pengiriman ponsel ke Indonesia turun 6% pada kuartal ketiga 2021 (Q3) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 2021.

“Oppo adalah vendor yang paling sedikit terpengaruh oleh kurangnya komponen selama kuartal tersebut. Hal ini antara lain karena terbatasnya dampak peningkatan infeksi Covid-19 dan PPKM pada manufaktur OPPO di Indonesia,” tulis Paula Ruth, analis Counterpoint Research, Senin (22/11).

Mengikuti di belakang Oppo, Samsung adalah vendor smartphone terbesar kedua di Indonesia dengan pangsa pasar 19%. Pada kuartal ketiga tahun 2021, kinerja Samsung di Indonesia meningkat karena peluncuran smartphone baru dan pemulihan bertahap dari masalah produksi setelah pelonggaran sanksi di Vietnam.

Counterpoint Research melihat tanda-tanda pemulihan di Indonesia pada akhir kuartal kedua tahun 2021 menyusul penurunan kasus Covid-19. Namun, prospek pertumbuhan industri smartphone Indonesia dalam waktu dekat akan dipengaruhi oleh volatilitas pasokan.

Baca juga: Vivo Raja Baru yang Kuasai Pasar Ponsel di Indonesia

Artikel terkait

vivo V23e Diluncurkan di Indonesia, Hadirkan Kamera Selfie 50MP…

Review OPPO A95: Hadirkan NFC, Fitur Lebih Lengkap

Aplikasi ‘Alat Belajar’ oleh SMK Madiun…

Smartphone realme C25Y entry-level mengandalkan kamera 50 MP,…

Hasil studi tersebut cukup berbeda dengan data Canalys, dimana Vivo menjadi raja ponsel di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 23%. Sedangkan Oppo berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 22% dan pertumbuhan tahunan minus 19%.

Meski begitu, Xiaomi adalah satu-satunya merek yang bertahan dan mengalami pertumbuhan positif di Q3 2021. Pembuat smartphone yang didirikan oleh Lei Jun harus menaikkan biaya komponen dan memaksa Xiaomi untuk menaikkan harga empat model smartphone-nya-Redmi 9A, Redmi 9C, POCO M3 Pro 5G dan Redmi Note 10 5G – sekitar pertengahan Oktober 2021.

Permintaan HP 5G Meningkat

Di sisi lain, analis Riset Paula Ruth mengatakan pengiriman ponsel 5G akan meningkat pada kuartal keempat tahun 2021. Mengingat smartphone yang mendukung konektivitas 5G tampaknya mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia.

“Kami melihat proporsi ini (pengiriman smartphone 5G) meningkat pada akhir kuartal keempat tahun 2021 dan seterusnya,” tambahnya.

Menurut data Counterpoint, kontribusi smartphone 5G terhadap total pengapalan smartphone meningkat dua kali lipat, dari 7% pada kuartal kedua 2021 menjadi 14 persen pada kuartal ketiga 2021. Mengingat sudah ada tiga operator seluler yang menggunakan 5G di Indonesia.

“Dengan upaya operator untuk memperluas cakupan 5G di Indonesia, preferensi konsumen terhadap smartphone 5G semakin meningkat,” katanya.

.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*